Kontributor: O.N.
Uni Eropa akhirnya memberikan izin terbang bagi empat maskapai penerbangan Indonesia ke zona terbang UE seiring dengan dikeluarkanya daftar terbaru pelarangan terbang per tanggal 14 Juli 2009 lalu yang dapat di download disini. Keempat maskapai tersebut adalah Garuda, Mandala, Airfast dan Ekspress Transportasi Antar Benua. Delegasi Uni Eropa di Jakarta meneyebutkan bahwa izin yang diberikan ini merupakan buah kerjasama teknis antara Indonesian dan UE 12 bulan belakangan ini. Artinya kerjasama antara pemerintah Indonesia dan UE telah mampu menyelesaikan sekaligus menjawab 121 masalah yang diidentifikasi oleh lembaga keamanan penerbangan dunia (ICAO) pada tahun 2007 lalu.
Kasus pelarangan terbang yang ditetapkan UE sedikit banyak memiliki dampak positif ditinjau dari sudut pandang kenyamanan dan keamanan terbang penumpang. Dampak positif tentu juga dapat dipetik bagi pemerintah Indonesia tentang perlu diperhatikannya hak konsumen, dalam hal ini penumpang. Dari segi standarisasi keamanan dan pengawasan, otoritas di Indonesia dan maskapai penerbangan sendiri juga tentunya banyak belajar dari kasus ini, mengingat ke tidak pedulian terhadap aspek keamanan dan rendahnya pengawasan dapat menimbulkan kerugian dari segi finansial dan nama baik bagi pemerintah sebagai pemegang saham maupun perusahaan maskapai itu sendiri belum lagi kerugian di sektor pariwisata nasional sebagai dampak sampingannya.
Sebelum adanya pelarangan, untuk Jerman, PT. Garuda Indonesia memiliki rute Jakarta-Frankfurt dengan frekwensi penerbangan sebanyak 3 kali dalam seminggu. Semoga rute tersebut dapat direalisasikan secepat mungkin sehingga kerinduan dan kebanggaan naik Garuda Indonesia bagi WNI dan pelanggan asingnya dapat terobati. Satu harapan dari kami penumpang setia Garuda yang berada di bagian Utara Jerman bahwa peluang untuk membuka rute Jakarta-Hamburg dengan alternatif transit di Dubai dan Malaysia merupakan harapan yang layak dipertimbangkan. Selain tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia, Dubai dan Qatar, WNI yang bekerja dan belajar di Hamburg, Bremen dan Hannover juga merupakan pasar potensial yang selama ini diambil Emirates. Hamburg sebagai salah satu sentra logistik perdagangan internasional juga memiliki potensi penumpang asing yang bisa beralih ke Garuda untuk tujuan Dubai, Malaysia dan Indonesia dan sebaliknya. Riset pasar untuk rute ini layak mendapat perhatian PT. Garuda Indonesia.
Sumber: Berbagai sumber