Pengkajian Ulang Konferensi Anti Rasisme Durban II

Kontributor : N.G.

Pengkajian Ulang Konferensi Anti Rasisme Durban II

neracaMerupakan konferensi yang diselenggarakan PBB dengan tujuan menghindari adanya diskriminasi rasisme dan perbudakan di seluruh dunia. Konferensi yang menurut rencana akan diselenggarakan di Jenewa ini akan dihadiri oleh tidak kurang 160 negara. Sebagai pengkajian ulang dari konferensi Durban pertama di Afrika Selatan tahun 2001, konferensi ini kembali membahas dan memasukan Zionist sebagai agenda dan menampilkan presiden sebagai pembicara konferensi. Hal ini spontan menuai kritikan dari negara-negara barat termasuk negara pentolan Uni Eropa. Selain Australia, Kanada dan kemungkinan Paman Sam, negara-negara Uni Eropa yang berniat akan memboikot konferensi anti rasisme ini adalah Jerman, Belanda dan Italia. Alasan utamanya adalah menghindari ditelorkanya komunike bersama yang identik dengan konferensi yang pertama dimana pihak Zionist telah disudutkan. Pada konferensi pertama di Afrika Selatan Paman Sam dan Israel meninggalkan sidang sebagai pernyataan ketidak setujuan mereka atas kritikan pedas.

Sebagai negara-negara yang melabelkan diri sebagai promotor anti rasismeme, negara-negara barat untuk kasus ini berlaku sangat tidak konsisten. Konferensi yang diharapkan dapat menjadi pelopor dihapuskanya tindakan rasisme secara universal yang notabene disponsori oleh PBB sebagai organisasi international terbesar didunia kini menjadi acara yang menimbulkan kebingungan. Setiap kali individu atau kelompok yang mengkritik tindakan satu negara yang rasisme akan balik dituding sebagai rasisme alias maling teriak maling. Kalau sudah demikian halnya, tidak ubahnya dengan terperangkap dalam lingkaran setan. Mestinya, kritikan akan tindakan rasisme yang sudah jelas-jelas dilakukan mestinya diakui secara jantan dan perlu perjanjian mengikat bahwa pelanggaran ke depan akan berakibat fatal bagi negara yang bersangkutan. Minimal akan dikucilkan dari percaturan internasional.

Apa solusi dari kebingungan-kebingungan yang muncul dari sikap yang tindak konsisten dari negara-negara barat? Salah satunya adalah kembali kepada perlunya pendefinisian yang baku akan kosa kata-kosa kata universal seperti HAM, Rasisme, Terorisme dan lain sebagainya. Dengan adanya pendefinisian baku dan berlaku universal, maka tidak akan ada lagi pengecualian dalam mengkritik tindakan yang menentang nilai-nilai universal di atas. Pendefinisian ini bisa saja dilakukan oleh PBB sebagai organisasi internasional yang memiliki kapasitas secara finansial dan kelembagaan. Masalah yang selama ini timbul adalah pihak yang bekepentingan atau yang terlibat cendrung lari pada saat definisi terminologi yang dipakai dibahas. Karena dengan adanya definisi yang baku, negara bersangkutan kemungkinan telah melakukan dan layak dicap sesuai dengan definisi yang ada. Disamping itu definisi tesebut akan menghalangi kebebasan bertindak semau gue yang menjadi ciri khas pergulatan politik luar negeri akhir-akhir ini.

Apakah negara-negara yang menolak konferensi ini ternyata rasisme? Jawabnya akan bermuara pada teori kepentingan yang sangat tergantung pada kontek kasusnya. Dengan kata lain suatu hal bisa dinegosiasikan sesuai dengan kepentingan atas kasus per kasus. Oportunis? Ya tentu, perlu dilihat untung dan ruginya baik itu bagi negara secara keseluruhan ataupun bagi para pemimpin negara (politisi) secara pribadi. Disini daya tawar suatu negara atau ideologi sangat menentukan. Daya tawar ini bisa berupa supermasi dalam bidang sumber daya alam tak tebarui, keahlian, finansial, militer serta diplomasi. Supermasi inilah yang kemudia disalahgunakan sehingga muncul ”Double Standard” di dunia politik internasional. Maka suatu negara harus mengetahui supermasi yang dimilikinya sebagai modal dalam mempertahankan kepentingan mendasar dan hak-haknya agar tidak diinjak-injak kepentingan lain di arena internasional. Akankah perlindungan atas kepentingan kecil salah satu negara anggota PBB dapat mengancam kepentingan internasional yang jauh lebih besar?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s