Laporan Pandangan Mata Dari Hannover Messe

Kontributor: O.N.

Berikut adalah laporan pandangan mata di saat berkunjung pada pameran inovasi dan technology di Hannover. Pameran inovasi dan teknologi merupakan pameran terbesar dunia di sektornya. Areal dan jumlah hall yang besar sehingga memerlukan shuttle bus menjadikan Hannover Messe memang layak menjadi host untuk even sekaliber CEBIT ini. Pameran kali ini memilih Korea sebagai negara partner dengan slogan ”Make it Work”.

Pada Hall khusus inovasi di bidang energi terlihat dominasi Eropa di bidang energi terbarui, diantaranya energi bertenaga angin, solar module, dan biogas. Menurut informasi yang didapat dari penjaga stand solar module, harga alat termasuk instalasi untuk satu rumah tangga (biasanya di atas atap) akan memakan biaya lebih kurang 75 Juta Rupiah. Ini belum termasuk biaya personal dan baterai penyimpan energi. Solar module dengan harga investasi total yang kemungkinan bisa mencapai 100 juta Rupiah lebih ini diperkirakan akan memiliki nilai ekonomis 25 tahun. Dengan tingkat inflasi energi sekitar 10%, diperkirakan penginstalasian modul ini lebih hemat dibanding memakai listrik PLN, dengan catatan tidak ada gangguan teknis berat dan tambahan biaya besar selama masa garansi 25 tahun tersebut. Walaupun demikian, perhitungan yang lebih komprehensif patut untuk dipertimbangkan bagi yang serius mengkaji aspek ekonomis dari energi matahari.

Sedangkan untuk pembangkit energi berbasis biogas membutuhkan investasi antara 4,5 Milyar s/d 15 Milyar tergantung kapasitas dan kwalitas pembangkit yang ditawarkan. Untuk pasar Eropa, harga pokok biogas masih lebih mahal dibanding gas alam. Diantara faktor membengkaknya harga pokok adalah harga input yang bisa mencapai 10 ton bahan bio per harinya yang kalau di Eropa mayoritas memakai jagung. Mungkin kalau Indonesia bisa membuat sendiri pembangkit biogas skala besar untuk kota-kota besar yang sarat akan sampah bionya akan mampu bersaing dengan gas alam. Hal ini sekaligus bisa mengurangi permasalahan sampah khusus sampah bio dengan sarat pemisahan perlu dilakukan ditingkat sampah rumah tangga seperti dipraktekan Jepang, Jerman dan negara maju lain.

Asia yang didominasi Jepang, Korea, China dan India yang diantarnya menampilkan mobil listrik (toyota Jepang), Robot Eva3 dan Hubo (mungkin singkatan dari “Humanoid Robot”) yang benergi efisien (Paviliun Korea). Ekspose dari presenter menyatakan bahwa robot eva3 yang menyerupai wanita korea dan didandani komono Korea ini telah melakoni beberapa episode drama dan filem. Diantara fitur yang menarik yang ditampilkan pada hari terakhir pameran ini adalah kemampuannya meniru mimik seperti manusia termasuk ekspresi sedih, tertawa dan terkejut. Sedangkan Huba adalah robot yang mirip bikinan Honda dan Yamaha yang memiliki fitur istimewa seperti mempunyai jari yang lengkap yang bisa bergerak secara terpisah sehingga memungkinkan Huba untuk menggenggam benda dalam semua bentuk serta bersalaman.

Disini terlihat bahwa negara maju memang memiliki visi jangka pendek, menengah dan jangka panjang tentang inovasi khususnya energi. Meraup untung sebanyak-banyaknya dari perdagangan energi tak terbarui sambil mempersiapkan diri untuk menghadapi masa paceklik energi kelak dengan menjadi pemasok utama teknologi energi terbarui. Sebuah visi guna mempertahankan supermasi. Sampai jumpa pada pameran berikut April tahun depan!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s