ASEAN-EU

1. Regionalisme

Dengan buntunya kerjasama di tingkat internasional seperti putaran Doha akibat benturan kepentingan antara negara maju dan berkembang yang diduga kuat telah mendorong suburnya perjanjian kerjasama ditingkat bilateral dan regional seperti berkembangnya integrasi ASEAN, Asia Timur Raya, EU dan NAFTA.

Dampak positif yang sudah mendapat pengakuan kalangan umum yang timbul dengan adanya regionalisme di atas adalah terjaminya keamanan regional dibanding sebelum terintegrasinya suatu wilayah. Bagaimana dampaknya terhadap perdagangan? Bukankah semua bermuara ke perdagangan internasional? Pertanyaan yang diyakini sudah ada sewaktu WTO masih berbentuk ITO dan masih terus digali jawabanya adalah: “Apakah regionalisme akan menghambat proses integrasi pasar di tingkat internasional ataukah sebaliknya?”. Hal ini kembali di pertanyakan ekonom seperti Bhagwati di suatu seminar yang diselenggarakan Bank Dunia. Menurut Bahagwati regionalisme akan menghambat integrasi multilateral dengan alasan utama bahwa regionalisme lebih menciptakan pergeseran perdagangan (“trade diversion”) dibanding penciptaan perdagangan (“trade creation”).

Apakah fenomena integrasi di Asia seperti keberadaan komunitas ASEAN/Komunitas Asia Timur dan Uni Eropa sudah dapat disimpulkan dampaknya terhadap perkembangan perdagangan? Tentu sudah banyak jurnal dan artikel yang mencoba menjawab pertanyaan di atas. Halaman ini mencoba untuk mendiskusikan perkembangan integrasi wilayah ASEAN/Asia Timur dan Uni Eropa untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih terbuka tentang manfaat integrasi wilayah selain dampak positif pada keamanan yang sudah terbukti. Kemungkinan munculnya integrasi antara wilayah (“trans-regionalisme”) juga sangat menarik untuk dikupas disini.

2. ASEAN

Sebelum masuk ke masalah hubungan ASEAN dan EU, perlu sedikit dijelaskan tentang ASEAN. ASEAN merupakan asosiasi negara-negara se Asia Tenggara yang didirikan pada tanggal 8 Agustus tahun 1967 di Bangkok dengan Traktat Bangkoknya. Asosiasi yang jumlah penduduk negara anggotanya tahun 2007 mendekati 600 juta jiwa ini pada awalnya bertujuan untuk melepaskan kekangan negara maju kepada negara berkembang serta untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara anggota. Wilayah pasar bebas ASEAN (AFTA) merupakan perjanjian asosiasi di bidang perdagangan. AFTA merupakan jadwal penurunan tarif yang nantinya akan menjadikan ASEAN sebagai pasar yang benar-benar bebas. Hal ini dilakukan melalui rangkaian penurunan secara perlahan tapi pasti. Kerjasama di berbagai bidang seperti HAM dan keamanan juga sedang dirintis, walau skalanya tidak sebesar kasus Uni Eropa.

Ada beberapa perbedaan mendasar antara ASEAN dan UE. ASEAN, asosiasi yang total GDP seluruh anggotanya di tahun 2007 sekitar USD 1,28 Trilyun ini mempunyai perbedaan mendasar dengan UE. Perbedaan pertama dari segi hak untuk menjalin kerjasama dengan negara di luar asosiasi. Kalau UE merupakan integrasi tertutup, ASEAN merupakan integrasi terbuka. Dengan kata lain negara anggota mempunyai hak untuk mengadakan perjanjian perdagangan di luar kerangka ASEAN tanpa bisa diganggu gugat. Perbedaan kedua adalah dari segi pengambilan keputusan. ASEAN mengenal yang namanya konsensus yang fleksibel sedangkan UE tidak. UE mempunyai hirarki pengambilan keputusan yang lebih jelas dan efektif. Ketiga, dari segi kedaulatan anggota juga berbeda. ASEAN mengenal sebuah Traktat Amity dan Kerjasama (TAC). Prinsip dasar dari traktat ini adalah saling menghargai kedaulatan dan urusan dalam negeri semua Negara anggota. Walau UE juga menghargai urusan dalam negeri negara anggota, tapi hanya untuk urusan yang tidak diatur dalam traktat-traktat UE yang sudah diratifikasi. Artinya untuk banyak urusan, kedaulatan sudah dipindahkan ke Brussel, pusat administrasi UE. Untuk urusan perjanjian dagang dengan pihak luar misalnya, UE merupakan satu entitas politik. Menteri perdagangan dan luar negeri negara anggota tidak punya hak misalnya melakukan perjanjian dagang dengan negara non UE. Inilah yang dimaksud dengan kekuatan supranasional yang tidak dimiliki oleh ASEAN. Perbedaan ke empat adalah dari segi fase integrasi. UE memilih langkah yang lebih teratur sesuai dengan fase-fase yang terukur dan revolusioner sedangkan ASEAN menempuh langkah yang bersifat anginan dan tidak mengikuti fase integrasi yang normal (ASEAN Way). Sebagai contoh, UE sudah melampaui fase pasar tunggal dimana daerah perbatasan (pabean) adalah satu, sedangkan ASEAN melalui fase yang berkutat pada penurunan tarif perlahan dan tidak mengindahkan konsep ”single market” dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun demikian, ASEAN dan UE punya kesamaan visi bahwa dengan kerjasama regional lah perdamaian, keamanan dan pertumbuhan ekonomi kawasan dapat tercapai.

Akhir-akhir ini perkembangan ASEAN lebih dipengaruhi oleh kepentingan pelaku pasar ketimbang keinginan petinggi negara anggota. ASEAN + 3 (Korea, China dan Jepang) adalah format lobi yang mengarah kepada terbentuknya Komunitas Asia Timur. Ketiga negara yang perekonomianya lebih matang dari hampir semua anggota ASEAN ini tidak segan-segan turut menandatangani traktat amity ASEAN. Perkembangan terakhir dan terkesan tergesa-gesa dan tidak transparan ke warga negara anggota adalah penandatanganan piagam ASEAN (November, 2007). Komitmen negara ASEAN dalam memperdalam integrasi dapat dilihat dari isi ASEAN Concord II (Bali, 2003) tentang pembentukan Komunitas ASEAN tahun 2020 yang kemudian dipercepat menjadi 2015 berdasarkan Cebu Summit (12 Januari 2007) dengan alasan yang masih menyisakan pertanyaan besar. Ada 2 tim yang disebut-sebut memiliki andil besar dalam merampungkan dan penandatanganan ASEAN Charter yaitu Eminent Person Group (EPG) dan High Level Task Force (HLTF). Untuk Indonesia, ASEAN Charter diratifikasi Komisi I DPR secara konsensus pada tanggal 21 oktober 2008 .

Piagam ini pada dasarnya membagi ASEAN menjadi tiga pilar kerjasama yaitu Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN. Khusus komunitas yang dianggap terpenting dari piagam ini yaitu AEC sudah dibentuk High Level Task Force yang tugasnya merumuskan dan merekomendasikan daftar liberalisasi di bidang perdagangan barang, jasa, kekayaan intelektual, investasi dan mobilitas modal. Bidang-bidang yang mengingatkan kita kepada konsep free movement of four production factors ala Uni Eropa. Apakah komunitas ASEAN akan mengikuti jejak seniornya di Eropa dengan metoda yang berbeda? Yang jelas, dengan masih diakuinya traktat amity dan tanpa konsep pasar tunggal serta supranasionalitas, negara anggota ASEAN hanya akan membuat perjanjian demi perjanjian yang akan menguntungkan pelaku pasar negara-negara diluar Asosiasi yang notabene sudah memiliki perjanjian lebih dalam dengan Negara strategis ASEAN dalam kerangka bilateral. Yang paling diuntungkan di internal ASEAN adalah negara yang tingkat ketergantunganya terhadap pasar bebas lebih tinggi, contoh jelas Singapura, negara miskin sumber daya alam dan memiliki ratio export terhadap GDP lebih dari 200% pada tahun 2007. Bagaimana kaitanya kelak antara Komunitas ASEAN dengan Komunitas Asia? Jawabanya akan sangat tergantung kepada kebutuhan pelaku pasar di Asia yang mempunyai kepentingan terbesar terhadap dampak kebijakan terhadap kelancaran kegiatan ekonomi mereka.

2. Hubungan ASEAN dan EU

Hubungan informal antara ASEAN dan UE berawal pada tahun 1972, tahun dibentuknya komite koordinasi ASEAN-EEC (SCCAN), disusul terbentuknya Kelompok Studi Bersama (JSG) pada bulan May 1975. Pertemuan menteri luar negeri ASEAN di Manila mengusulkan dijalinnya hubungan formal dengan EEC waktu itu. Pertemuan tingkat menteri diusulkan menteri luar negeri Jerman yang berbuah pertemuan tingkat menteri pertama (AEEM) yang diadakan di Brussel tahun 1978. Kerjasama antara ASEAN dan EEC akhirnya ditandatangani pada tahun 1980, tepatnya pada pertemuan tingkat menteri kedua di Kuala Lumpur. Kerjasama ini meliputi bidang perdagangan, ekonomi dan kerjasama teknis di bawah koordinasi Komite Gabungan Kerjasama (JCC).

Dialog antara UE dan ASEAN selama ini diwujudkan dalam kerangka AEEM. Pertemuan AEEM ke 11 di Karlsruhe Jerman merupakan titik meningkatnya intensitas kerjasama kedua organisasi dengan dibentuknya “Eminent Person Group” (EPG). Berikut adalah rentetan pertemuan yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan di Karlsruhe:

Tahun 1995 :

1.  Pertemuan pertama “Senior Officials Meeting” (SOM) di Singapura

2.  Pertemuan khusus menteri ekonomi EC dan ASEAN di Bangkok

3.  Pertemuan JJC di Brussel pada bulan Oktober

Tahun 1996 :

1. Pertemuan kedua SOM di Dublin, Irlandia

2. Pertemuan ASEM pertama pada bulan Maret

Februari 1997 :

1. AEEM ke-12 dan dilanjutkan dengan pertemuan mentri luar negri ASEM Pertama di Singapura (berdirinya ASEF)

2. JCC ke-13 di Bangkok (pelaksanaan joint declaration Kalrsruhe) pada bulan November

Tahun 1998 :

Pertemuan ASEM kedua (Asia-EU vision)

Tahun 2003 :

Proyek APRIS ditandatangani (proyek bantuan UE senilai € 4,5 juta)

Pertemuan-pertemuan antara ASEAN dan UE lebih bersifat konsultasi, penjajakan kerjasama, bertukar informasi dan ilmu di bidang politik, keamanan dan kerjasama ekonomi dan pembangunan. Banyaknya kelompok pertemuan yang dibentuk termasuk ARF, AEEM, ASEM, SOM, JCC, Komite ASEAN-Brussel, Komite ASEAN-Bonn, Komite ASEAN-London dan Komite ASEAN-Paris memperlihatkan intensitas dialog. Hal ini merupakan pengejawantahan kebijakan luar negeri UE yang mendukung secara materi dan moral terhadap semakin terintegrasinya ASEAN.

Dari segi hubungan perdagangan, ASEAN lebih mempunya kepentingan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan UE terutama akses pasar. Jika UE merupakan salah satu tujuan ekspor utama ASEAN selain Jepang dan Paman Sam, ASEAN hanya merupakan pasar kecil bagi ekspor UE.

Karena perbedaan yang mendasar antara kedua organisasi internasional ini, kerjasama yang bersifat mengikat seperti perjanjian pasar bebas misalnya  sangatlah sulit dan hanya memungkinkan hingga kedua organisasi berdiri pada fondasi dan fase integrasi yang sama.

3. Hubungan Perdagangan dan Investasi UE-ASEAN

  1. ASEAN mengalami surplus dalam perdagangan dengan UE terutama untuk produk peralatan kantor dan telekomunikasi, produk pertanian dan pakaian. Sementara di sektor jasa lebih seimbang dimana UE kuat di bidang jasa yang padat keahlian khusus.
  2. Kalau dahulu sektor pertanian menjadi andalan ASEAN ke UE, sekarang hanya 10 % dari perdagangan ASEAN ke UE.
  3. UE merupakan tujuan export yang sangat penting bagi ASEAN, sementara ASEAN berada tidak lebih penting dari Paman Sam, China, Swiss dan Rusia bagi UE. Bagi UE, ASEAN kurang lebih sama pentingnya dengan Jepang. EU merupakan salah satu tiga besar negara tujuan ekspor ASEAN selain Paman Sam dan Jepang, sedangkan untuk impor ASEAN, UE dan Paman Sam adalah dua terbesar.
  4. Di ASEAN negara Singapore, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia mempunyai arti lebih penting bagi UE ketimbang negara anggota lainya.
  5. Produk kimia dan kendaraan bermotor merupakan produk penting UE ke ASEAN, sementara tekstil adalah produk penting ASEAN.
  6. Dari pola perdagangan, UE lebih unggul di bidang teknologi mutakhir dibandingkan ASEAN yang lebih unggul di industri padat karya.
  7. Perhitungan RCA 2 dan 4 digit menunjukan bahwa ASEAN kuat di pasar UE untuk produk tekstil, mesin, lemak dan minyak nabati. Sedangkan kekuatan UE ada di produk kimia, kendaraan bermotor dan baja.
  8. Dari segi investasi, UE adalah sumber investasi langsung terbesar di ASEAN. Singapura adalah negara penerima investasi terbesar dari UE (efek rute perdagangan) yang disusul Brunei dan Thailand.
  9. Investasi UE di ASEAN ditujukan untuk sektor industri, pertambangan dan keuangan. Sementara investasi ASEAN di UE boleh dikatakan tidak ada (Singapura dan Malaysia dikabarkan telah berinvestasi di UE). Hubungan yang asimetris ini kemungkinan tidak akan dapat diseimbangkan dengan perjanjian bilateral ataupun inter-regional dikarenakan ketimpangan dari kepemilikan modal, struktur upah dan perbedaan budaya termasuk bahasa.

4. Perkembangan Terakhir

UE mulai merubah strategi pendekatan kerjasama dengan ASEAN dari pendekatan Blok menjadi pendekatan bilateral dengan negara anggota. Baca perjanjian bilateral pertama Indonesia-UE.

Kritikan dan saran kontak: kajianeropa@gmail.com

12 thoughts on “ASEAN-EU

  1. kita tolak ide komunitas asia timur karena menurut sya itu hanya usaha Jepang untuk melakukan neoimperialismenya ke negara2 asia tenggara dan timur .Jepang berusaha lagi untuk menguasai asia timur dean tenggara sklah satunya lewat komunitas asia timur.

    Suka

    1. Menurut saya kalau ASEAN masih menerapkan integrasi terbuka, Indonesia tidak usah ambil bagian. Karena hal itu hanya akan menambah kuat Singapura yang sudah memanfaatkan ASEAN selama ini untuk menjadikanya sebagai hub dan pintu masuk perdagangan dan investasi luar negeri. Coba deh diteliti aliran perdagangan dan investasi Singapura secara total dengan dunia termasuk dengan Indonesia.

      Kalau memang ingin membangun blok regional untuk kepentingan bersama, terapkan integrasi tertutup ala Eropa. Ayo para analis dan diplomat ASEAN fikirkan masalah ini.

      Suka

  2. Tulisannya bagus, disampai in dong ke dirjend kerjasama ASEAN di DEPLU, oh ya mbak/bapak aku mau cari data terkait dengan harmonisasi penyelesaian sengketa hukum bisnis di ASEAN dan UNI Eropa, di mana ya?
    Thanks

    Suka

      1. Bu, tulisannya membahas tiga pilar memang tidak membahas harmonisasi hukum, tapi aku suka tulisannya, maksudnya mungkin ibu punya bahan atau informasi untuk harmonisasi hukum ASEAN, tapi ndak apa bu makasih informasinya, sukses buat ibu.

        Salam,

        Fitra D

        Suka

  3. Salam,

    Mohon Saran:

    Menurut Sodara, bagaimana isu diskriminasi produk indonesia di Eropa yang menjadi penghalang masuk ke pasar eropa dengan alasan Standar dan mutu kurang. namun sebaliknya produk eropa dan china sangat mudah masuk di Indonesia.
    Adakah suatu kajian ataupun kebijakan dari pemerintah Indonesia mengenai hal tersebut khususnya mengenai standar/policy produk yang masuk ke Indonesia.

    Dan satu lagi, bedasarkan tulisan sodara di atas, bahwa Indonesia merupakan target investasi bagi negara2 besar termasuk Eropa. Namun birokrasi di Indonesia yang terlalu rumit menyebabkan tersendatnya arus investasi. Menurut anda bagaimana melihat tersebut dan adakah suatu kajian yang membahas hal ini.

    terima kasih,

    Jayalah selalu Indonesiaku

    Suka

    1. Produk yang mana mas yang kena diskriminasi dan merugikan? Kalau ndak salah UE masih memberikan kebebasan pajak untuk sejumlah produk ekspor Indonesia (Generalised System of Preferences/GSP”). Untuk standar dan mutu memang itu wajib dipenuhi untuk produk yang ada hubunganya dengan kesehatan dan keamanan konsumen di UE. Mungkin produk China sudah memenuhi standar2 tersebut.

      Produk unggulan Eropa seperti mesin rata2 dikenakan pajak masuk yang lumayan untuk mendapat devisa negara kalau semuanya jujur di pabean. Produk China gampang masuk ya karena mereka sedang menikmati CAFTA. Sudah produk murah, bebas bea lagi.

      Indonesia itu punya potensi investasi yang tiada duanya di Asia, terutama di bidang pertambangan dan berbasis komoditi lokal. Walaupun birokrasi berbelit, yakinlah semut itu akan tetap mengitari gula. Banyak lembaga2 internasional yang membuat barometer kemudahan berusaha di negara tujuan investasi dan Indonesia biasanya termasuk yang urutan bawah. Investor tentu maunya untung dengan mudah. Namun karena Indonesia memang masih membutuhkan modal dari luar untuk menciptakan lapangan kerja, birokrasi memang sepatutnya dikurangi.

      Suka

  4. Saya pernah baca buku Prof. Kishore tentang ketidak kompetenan UE menyangkut kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara tetangganya.

    Apa pandangan saudara tentang pendapat Prof. ini. Untuk info beliau adalah dekan di salah satu univ. ternama di Singapura.

    Apakah ASEAN atau Asia Timur lebih kompeten dalam membagi kesejahteraan kepada negara tetangganya?

    Terimakasih atas jawaban saudara. Maaf kalau pertanyaanya agak susah dijawab.. hehe

    Suka

    1. Hi Bernard..

      Sebagai diplomat karir dengan jam terbang yang tinggi, Prof. Kishore tentu memiliki landasan berfikir yang kuat. Pendapat ini tentu benar adanya. Seperti yang diterangkan di situs ini, UE memiliki tipe integrasi tertutup (bandingkan dengan integrasi terbuka ASEAN). Artinya untuk mendapatkan benefit yang disediakan UE untuk anggotanya termasuk subsidi, dana kohesi, akses pasar bebas dstnya, suatu negara harus bergabung sebagai anggota. Kenyataanya negara tetangga seperti Turkey dan Eropa Timur masih sabar antri untuk bergabung. Sehingga preferensi tentu difokuskan untuk negara anggota bukan untuk negara tetangga.

      Pada kasus Afrika sebagai benua terdekat Eropa, UE memang masih harus mempertajam kebijakan luar negerinya untuk lebih serius membantu Afrika dalam memperbaiki segala aspek ekonominya yang sudah dinikmati UE saat ini. Walaupun UE adalah negara donor terbesar untuk Afrika dan UE negara tujuan ekspor utama Afrika, hal ini dipandang tidak cukup apalagi untuk jangka panjang. UE bisa menjadi Jakartanya Indonesia dengan berbagai permasalahan pendatangnya dari Afrika kalau petani di Afrika berhenti bertani karena produk mereka tidak kompetitif dibanding impor dari UE yang disubsidi. Bukan berarti UE tidak membutuhkan imigran, hanya imigran yang diharapkan UE adalah imigran dengan latar belakang pendidikan dan keahlian tinggi.

      Apakah ASEAN atau Asia Timur lebih kompeten dalam berbagi kesejahteraan?

      Seharusnya memang lebih kompeten karena regionalismenya bersifat terbuka. Jepang maju duluan diikuti empat ”Asian Tigers” Singapura, Hongkong, Korea dan Taiwan dan terakhir China dan India. Tinggal sekarang tinggal bagaimana membangun ”Social Asia”. Asia yang maju dengan kesejahteraan yang bisa dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya dinikmati segelintir tycoon.

      Terimakasih telah menanyakan pertanyaan menarik ini!

      Suka

  5. mas mau tanya kalo kerjasama asean di bidang politik udah ada lom ya, kan kalo dipikir asean sendiri banyak negara2yang paham ideologinya berbeda2, terus ada wacana buat menciptaka mata uang asean juga, menurut mas gemana tanggapanya,…
    terima kasih

    Suka

    1. hi mas.. lebih rumit memang. Menurut saya kalau ASEAN memang mau serius untuk integrasi, organisasinya harus direformasi dulu. Sekarang aja rekruitment staf masih memakai sistem kontrak 2-3 tahun. Karena ASEAN secara finansial belum mandiri, masih tergantung kepada donor (kreditur non member). ASEAN perlu mencari/membina kader dari negara anggota sebagai ahli di bidang organisasi internasional. Ahli ini tidak hanya ahli bidang manajemen organisasi internasional saja, tetapi juga ahli di bidang hukum organisasi internasional. UE dibentuk oleh ahli-ahli seperti yang saya sebutkan. Secara keuangan UE mandiri, malah banyak memberikan hibah ke ASEAN termasuk Indonesia. Dengan kondisi keorganisasian yang rapuh saat ini, saya sangat pesimis kerjasama bidang politik bisa terwujud. Kalau mata uang tunggal malah yang dicanangkan di tingkat Asia Timur raya yang penelitian (feasibility studynya) melibatkan ASEAN +3 dan sedang berlangsung.

      ASEAN itu menjunjung tinggi kedaulatan negara anggotanya (Treaty of Amity). Kerjasama di bidang politik tentu tidak akan sedalam UE yang memiliki kekuatan supranasional, dimana kedaulatan UE untuk bidang2 yang sudah disepakati berada di atas kedaulatan negara anggota.

      Untuk mata uang tunggal studinya ditenderkan dan tidak dikerjakan oleh staf ahli ASEAN sendiri karena mungkin memang kekurangan ahli karena minimnya dana. Sedangkan untuk terwujudnya mata uang tunggal butuh keahlian teknis yang tinggi di bidang keuangan dan perbankan. Kalau dari sisi efisiensi jual beli tentu bagus, ndak butuh money changer lagi kalau bertransaksi sesama anggota ASEAN. Tetapi secara politik (kedaulatan) sangat berat sekali kalau mata uang Indonesia juga akan dipengaruhi nilainya oleh kondisi stabilitas ekonomi dan keamanan negara-negara ASEAN lainya yang Indonesia tidak punya kedaulatan mengaturnya karena ASEAN tidak punya ciri khas supranasionalitas seperti UE.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s